Senin, 04 Mei 2009


when i see u
when i meet u
when i know u

..i want to hold your hand..



Jumat, 24 April 2009

"Great minds discuss ideas; average minds discuss events; small minds discuss people"

Eleanor Roosevelt

..dont ever to hands up..

Senin, 20 April 2009

fashion branding


.gift item.


.canvas bag.


.flyers.


.hang tag.


.catalogue item.


.stationary kit.


.packaging 1.


.packaging 2.


.invitation.


.window display.



.video display - fashion first @ Senayan City.

..Promosi Fashion First @ Senayan City Sebagai Pembangun Brand..


Minggu, 04 Januari 2009

Merindukan Kalian Semua…

Beberapa bulan lalu, saat semuanya ada. Hadir dan berkumpul untuk hanya sekedar berguyon, atau curcol ‘curhat colongan’, atau brainstorming saling bertukar pikiran dan pendapat, atau menceritakan kejadian hari ini, atau sekedar ejek-ejekan, atau sekedar membicarakan orang di blakang, atau sekedar menyantap makanan bersama , atau sekedar tidur siang di kostmen, atau sekedar berfoto tersenyum supaya hasilnya bagus pada saat di tag di facebook, atau sekedar main ke mall, atau sekedar sibuk patungan untuk bisa makan enak hari ini, atau hanya sekedar nonton film box office di 21 TIM, atau hanya sekedar nongkrong saja menunggu sampai jam pulang kantor selesai agar tidak terjebak di parkiran kota jakarta yang panjaaaaannnngggg…
Tapi itu beberapa bulan yang lalu..
Kalau sekarang saat semuanya sibuk sendiri-sendiri, yang satu sibuk dengan website global warmingnya, yang satu sibuk dengan kampanye katarak, yang satu sibuk dengan urusan membuat tipografi, yang satu sibuk dengan ilustrasi buku transportasi Jakarta, yang satu sibuk dengan buku ensiklopedia gitar, yang satu sibuk dengan sign system kebun raya bogor, yang satu sibuk dengan buku ilustrasi putri melur, yang satunya sibuk dengan branding BIN House, yang satunya sibuk dengan visual identity Saung Mang Udjo, satunya sibuk dengan picture book pahlawan Indonesia, satunya sibuk dengan kerjaannya dan akhirnya dia harus cuti di semester ini, yang satunya sibuk menjadi asisten dosen, yang satunya sibuk dengan festival street jazz, yang satunya sibuk mencari kerja setelah mendapat gelar S.Sn, yang satunya sibuk dengan sebuah graphic house yang didirikannya sendiri, yang satunya sibuk dengan menjadi asisten salah satu fotografer ternama, satunya sibuk dengan menjadi desainer balai pustaka, saya sendiri sibuk dengan branding Fashion First @ Senayan City…
Absen kali ini banyak yang tidak hadir, izin karena sibuk.
Sibuk cari data, sibuk dengan klien, sibuk dengan item yang harus diselesaikan deadline, sibuk dengan kerjaan, sibuk, sibuk, sibuk...
tiba-tiba lorong kampus menjadi sepi, asing, berjalan sendiri seperti mahasiswa baru yang tidak mengenal siapa-siapa,, bahkan banyak muka-muka baru yang saya lihat sedang duduk, berkumpul bersama teman seperjuangannya, asik berbincang, tertawa,,saya jadi ingat beberapa bulan dan tahun lalu..saya pernah merasakan apa yang mereka rasakan. tiba-tiba saya iri dengan mereka...fiiuh!y sudahlah pikiran jahat saya ”nanti mereka juga akan merasakan seperti saya” jadi saya tidak perlu iri.
Kaki melangkah menuju warku (warungku), tiba-tiba saya teringat lagi dengan mereka..pada saat makan siang bingung karena harus mencari tempat duduk yang bisa menampung 10-12 orang. Akhirnya kita hanya duduk di depan koperasi duduk bersila tanpa kursi..karena bisa menampung jumlah yang cukup banyak..seandainya warku menawarkan jasa reservasi mungkin kita tidak akan duduk bersila di depan koperasi.
Sekarang rasanya, tidak perlu sampai duduk bersila di depan koperasi, saya bisa makan siang duduk di kursi dengan piring saya letakkan di meja tanpa perlu saya pegang dengan kedua tangan saya. satu meja yang bisa memuat 4 orang atau 6 (kalau memang ingin mepet-mepet) sekarang saya hanya duduk sendiri, menyantap makan siang saya dengan cepat. Tidak ada obrolan.
Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu pembimbing tugas akhir saya. Senang sesaat rasanya karena bisa bertemu satu, dua, tiga, empat (kadang lebih) orang yang juga sama-sama menunggu pembimbingnya masing-masing..sambil menunggu sambil bertanya-tanya perkembangan tugas akhir yang satu dengan yang lain..waktu berjalan cepat ataukah saya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa berbincang-bincang lebih lama lagi bersama mereka?, untuk bisa tertawa-tawa lagi bersama mereka? untuk bisa sharing bersama mereka? entahlah tiba-tiba saja mereka hilang satu persatu..empat, tiga, dua, satu, blaaassssss...akhirnya saya sendiri lagi.
Melangkah cepat menuju ke luar kampus, karena saya juga sudah tidak tahu apa yang harus saya kerjakan lagi..menelusuri jalan keluar kampus sendirian dan bergerak lebih cepat. tiba-tiba ada teriakan dari depan fakultas lain ”braaam!!kmana aja..jarang kliatan di kampus nih?”, ”iya nih, lagi ribet sama TA.hehehe..eh gwe duluan yah..daaa” saya. ada lagi yang bilang ”balik bram?”, ”iya nih mo ngerjain TA lagi...duluan yah” saya.
Tanpa ada basa-basi saya menjawab sautan mereka semua dan pamitan. Bukan sombong. Tapi saya lebih memilih untuk segera pulang dan bisa beristirahat menyiapkan tenaga untuk hari esok.
Melewati 21 tim, saya ingat lagi kebiasaan kita duduk di dalam 21 sekedar mendinginkan badan dari panasnya udara luar, atau sok-sok an melihat poster film terbaru padahal kita sudah melihat itu untuk kesekian kalinya di luar 21 TIM ujung-ujungnya ya sekedar mendinginkan badan saja, atau merelakan uang jajan kita dengan menukarkan Rp 1.250 dengan 1 koin dingdong..atau hanya sekedar numpang buang air kecil saja…
Kemudian saya berjalan lagi melewati batmer (bata merah), mengingat saat-saat buka puasa bareng menyantap es buah, menikmati sore hari di Cikini raya, menyantap makan malam, asik dengan guyonan, menceritkan kejadian hari ini, memikirkan tugas untuk hari esok, dan lain-lainnya….
semuanya menjadi kenangan saya,, merindukan kalian semua……




* Sukses untuk kalian semuaaaa
Joni, Sapi, Bambu, Nunung, Ditjaw, Donad, Dhani, Wina, Garenk, Anis, Silvy, Ponde, Mellani, Adit, Wina, Omen, Taufan, Fia.

Minggu, 28 Desember 2008

resolusi tahunan..

Dalam hitungan hari saja, angka kosong delapan akan berganti menjadi kosong sembilan..pastinya dengan pergantian tahun kita semua ingin juga membuat sebuah perubahan-perubahan dalam hidup..

Mengingat tahun-tahun lalu saya selalu membuat resolusi sebagai motivasi dalam pencapaian hidup, saya pernah membuat beberapa resolusi yang saya sendiri saja tidak dapat mengingatnya satu persatu..saking banyakanya yang ingin saya capai dalam hidup saya tiap tahunnya..
ada yang sudah terwujud, ada yang belum, dan tidak sedikit pula yang terlupakan oleh saya…

hebat rasanya bisa melewati tahun demi tahun dan bisa merasakan sebuah pengalaman baru juga moment-moment tak terlupakan.

mengulas balik apa saja yang terjadi di tahun 2008 dalam hidup saya..
di awal tahun 2008 sebuah resolusi saya yang terwujud ialah saya bisa menyelesaikan kerja praktek saya di sebuah percetakan “METAPRINT” yang tidak terlalu besar, berlokasi di kawasan kebayoran lama. Ini adalah kali pertama saya mencoba bekerja benar-benar sebagai tenaga kerja kreatif, bukan lagi seorang mahasiswa jurusan desain komunikasi visual. Disini saya belajar menggunakan macromedia freehand, adobe indesign, mempelajari bagaimana sebuah desain siap untuk naik cetak, dan semuanya yang berurusan dengan masalah printing khususnya offset printing.
Kemudian di awal Maret saya mendapatkan sebuah pekerjaan yang menurut saya ini langkah awal saya untuk terjun ke industri kreatif, dengan menjabat posisi sebagai creative designer sebuah perusahaan in house “PT.TRU CONCEPT” yang bergerak dalam industri FnB “food and beverage”, berlokasi di kawasan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan.
Banyak pelajaran dan pengalaman yang saya peroleh disini..
belajar memiliki tanggung jawab yang lebih besar, menjalin sebuah teamwork yang baik, memecahkan suatu permasalahan..dan pastinya, memiliki uang hasil kerja keras sendiri.
Dipertengah tahun pada bulan Juli saya mendapatkan sebuah kejutan yang diberikan oleh sahabat-sahabat saya di Institut Kesenian Jakarta, terimakasih buat Henry Victor Pangabean (pada saat itu sedang sakit), Fajrian, Norman Maulana, Rengga Adhiwena Bintoro, Nur Anis Setiawan, Sapta Hudaya, R. Siti Husnul Ch, Dita Rahmasari, Carolline Mellani, Francisca Edwina, Dhany Arliyanti, dan Silvy Nuraini (sibuk dengan Tugas akhirnya).
Sebuah resolusi selanjutnya saya bisa mencapai titik terakhir untuk menuntaskan tanggung jawab saya sebagai Mahasiswa Desain Komunikasi Visual untuk mendapatkan sebuah gelar S.Sn (baca : Sarjana Seni), dan sekarang saya sedang menjalani tugas akhir tsb dengan mengangkat tema “Promosi Fashion First @ Senayan City sebagai Pembangun brand”
Menjelang akhir tahun sebuah kebanggan saya bisa mengadakan pameran yang diadakan oleh Institut Kesenian Jakarta didukung oleh pemerintah dalam program PHK (program hibah kompetisi). Kita (saya, R.Siti Husnul Ch, Dita Rahmasari, Nadya Saskianti) memamerkan hasil tugas akhir mayor 5 dengan tema “JAKJAZZ ‘08– Step Into The Jungle of Jazz”. Selain karya kita yang dipamerkan ada beberapa karya lainnya seperti “GOES Sepeda” (kelompok Fajrian, Henry Victor, Sapta Hudaya, Nur Anis Setiawan), “Eye Read – Knowvel days” (kelompok Norman Maulana, Rengga Adhiwena Bintoro, Fransisca Edwina, Dhany Arliyanti), karya tugas akhir Mellanie “Buku Edukasi POP UP Dunia Fantasi”, karya tugas akhir Alifia “Buku perjalanan segelas susu”, karya tugas akhir Taufan Putra “Promosi kota tua FRESHTIVAL”. Tidak lupa kami ucapkan Terima kasih untuk Bpk. Rizki Arbali (Selaku Manager EMAX) dan EMAX kemang atas kerjasamanya dalam menyelenggarakan pameran yang berlangsung selama 7 hari ini. Terimakasih juga untuk para dosen fakultas Seni Rupa yang telah mendidik dan mensupport kita semua, tidak lupa juga ucapan tarima kasih kepada Andi Susanto’05, Catherine’06, Beng-beng’06 yang telah menjaga pameran kita dengan baik.
Kemudian sebuah harapan yang terwujud bisa menjalankan bisnis kecil-kecilan, berawal dari kecintaan saya dan kakak-kakak saya terhadap cakes akhirnya kita (saya, Fetrisya Martha Gosal dan Amilia Ardini) mencoba untuk menjual segala macam cakes dengan kekhususannya di CUPCAKES. Dan kita beri nama ZWEED’KEIK. Syukur alhamdulilah ZWEED’KEIK kini sudah cukup banyak peminatnya dan profil ZWEED’KEIK sudah terpampang di hers magz. Terima kasih kepada Gadis (reporter hers magz) dan Wina (graphic desainer hers magz) telah memberikan kesempatan kepada ZWEED’KEIK. Achievement yang membanggakan buat ZWEED’KEIK. tetap berjuang untuk ZWEED’KEIK..(let check this sites www.zweedkeik.co.cc)

Hmmm…mungkin itu beberapa yang saya ingat dalam hidup saya selama tahun 2008, jadi buat saya di tahun 2008 menjadi tahun yang cukup menggembirakan.
sekarang saatnya saya untuk me’list lagi resolusi apa saja yang akan saya ucapkan pada malam tahun baru nanti..
Semoga di tahun depan resolusi-resolusi saya dapat terujud dan banyak kejadiaan yang lebih menyenangkan..

Jumat, 26 Desember 2008

sebuah nickname dari para teman-teman..

bram by Helmi Himawan
bram by Helmi Himawan
bram by Helmi Himawan
rental superHEROESdvd by Nadya Saskia
rental superHEROESdvd by Nadya Saskia
rental superHEROESdvd by Nadya Saskia
beram by Maya My
cityboy by Dhany Arliyanti
cityboy by Dhany Arliyanti
bram nanonine by Helmi Himawan
bram nanonine by Helmi Himawan
bram nanonine by Helmi Himawan
bramcuy.. by Sabrina .Sasha. Bachtarsyah
BONCEL DUA..hakakakakk by Sapta Hudaya
brom by Nona Kumis
braamm..yuhuu by Primastuti Adiningtyas
brambang gentolet by Nona Kumis
bramakuncoro by Steffi Stefani Sianipar
brambo by Mahaputra Adipradana
bram si design by Adhee Ka
wow by Lexy Kosasih
Superstylish-buoy by Disyon Ezer K. Hilaul
beraaaammmmm by Fransisca Edwina
brambram by Ritchie Ned Hansel
brambram by Ritchie Ned Hansel
si tukang ngirin fun toys by Steffi Stefani Sianipar
mumble by Sany Santosa
si LEBAY by Sadewa Satwika Yudha
TrueConcept ABG by Frisma Sari Esra
Bremmbremm by Nari Aditian
BEST!! by Sabrina .Sasha. Bachtarsyah
Bram bram.. din..din..!! by Ferdi Diper
ARTis by Alvin Agastia Zirtaf
Brambangan by Henry Panggabean
Brangsakan by Henry Panggabean
Branjingan by Henry Panggabean
BramGaya by Henry Panggabean
BramMukaClone-an by Henry Panggabean
Hore..!! by Kefas Sendy
om bram by Nadya Saskia
paling niat TA by Nadya Saskia
superdah by Ershad Shad
iri kan lu !! ahahaha.. by Nadya Saskia
bram sensi by Dita Rachma
bram gaya 100%pas by Henry Panggabean
MR. topman by Carolline Mellanie
marbin martian by Fajrian Bumboo
traveller by Fajrian Bumboo
si jago gambar :) by Vee Dee
si jago gambar :) by Vee Dee
bram by Eries Rosadi
gobel! by Fetrisya Gosal
kuehku by Riza Wijayanti
cup boy by Dita Rachma
bRAm by Handayani Hani
Bam rudit by Dwi Budi Prasetyo
brrrrrrram! by Augustina Mentari

Rabu, 24 Desember 2008

hasil wawancara "fashion branding"

Syahmedi Dean

(Chief Editor SOAP magz, writer, kontributor area magz, swankglossy, pengamat fesyen).


10 Desember 2008

Perbincangan ini di lakukan setelah jam makan siang, pukul 14.30 berlokasi di Plaza Senayan, bersama dengan Melani dan Dita.


Bram Martian (BM) : siang mas dean, saya bram. maaf mas agak telat. Sudah lama mas menunggu?

Syahmedi Dean (SD) : hi bram, belum kok saya juga belum lama.

(BM) : baik mas, kita langsung aja yah mas ke pertanyaan saya. Apakah mas Dean pernah mengunjungi Fashion First @ Senayan City?

(SD) : Sudah.

(BM) : Apa tanggapan mas Dean mengenai Fashion First @ Senayan City itu sendiri, sesuai dengan judul saya ”Promosi Fashion First @ Senayan City sebagai pembangun Brand” saya ingin membranding Fashion First agar bisa diterima oleh masyarakat, kebetulan Fashion First juga terbilang baru di indutri fesyen..

(SD) : Secara presentasi visual, masih tergolong biasa saja. Belum ada sesuatu yang berbeda. tetapi dari event2nya yang mereka buat membuat mereka menjadi inovatif bagi industri fesyen.

(BM) : Bisa dijelaskan sedikit arti dari fashion menurut mas dean?

(SD) : Satu bidang aktifitas manusia yang sejajar dengan bidang ekonomi, sosial, politik, sport, dll. Karena kalau membicarakan fashion ada elemen2 tersendiri yang terdapat di dalam fesyen tersebut. Jadi fesyen sangat luas kalau diartikan.

(BM) : Menurut mas Dean, apakah fesyen menjadi monopoli golongan tertentu saja?

(SD) : Fesyen ada di semua segmen, fesyen ada di semua level, semua orang membutuhkan fesyen. Hanya saja kebutuhan fesyen tiap segmen berbeda-beda, dan itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan refrensi masing-masing. Tapi pada intinya semua segmen membutuhkan fesyen, karena ingin mendapatkan efek sosial.

(BM) : Menurut mas Dean apa arti Fashion Branding ?

(SD) : Pencitraan sebuah produk dalam bidang fesyen.

(BM) : Seberapa perlu Branding sebuah produk fesyen / brand fesyen ?

(SD) : Sangat perlu, karena sangat menyangkut kepada tingkat daya kenal dan daya jual terhadap produk / brand fesyen tersebut. Semakin orang mengenal, mengetahuinya maka brand itu semakin dikenal dan efeknya makin banyak orang yang akan mengkonsumsi produk fesyen tersebut.

(BM) : Menurut mas Dean fashion Branding yang terbilang sukses itu yang seperti apa?

(SD) : yang mudah dikenal, disukai, dan membuat ”nagih”. Contoh brand lokal yang bisa terbilang bagus brandingnya Hammer dan Country Fiesta. Sempat beberapa kali memuat iklan di majalah, dan sempat digandrungi di eranya.

(BM) : Apakah di Indonesia sudah ada desainer fesyen yang sudah melakukan fashion branding?

(SD) : Ada, beberapa desainer yang melakukannya tetapi hanya sesekali saja, tidak rutin. Biasanya mereka melakukan fashion branding tidak dengan sengaja. Biasanya dengan melakukan pemotretan di majalah, atau pakaian yang dikenakan oleh selebritis menghadiri sebuah gala event, dsb. yang secara tidak langsung akan mengangkat nama desainer tersebut.

(BM) : kalau begitu apa bedanya fashion branding dan fashion campaign mas?

(SD) : Beda, fashion branding lebih terfokuskan kepada produk brand yang akan dijual, sedangkan fashion campaign lebih kepada system bagaimana menjual produk tersebut.

(BM) : Setelah saya lihat2 refrensi dan beberapa iklan produk fesyen, kebanyakan digarap dengan media fotografi saja, kenapa begitu ya mas?apakah ada pendekatan lain yang bisa digunakan?

(SD) : Fesyen itu esensinya adalah visual, semua ujungnya pasti akan visual. experience terhadap brand fesyen itu ya dari visual, konsumen akan lebih memahami produk fesyen melalui bahasa visual, tidak perlu kata-kata. karena dalam fesyen visual berbicara. Kalau di persentasekan 90% visual 10% verbal. Bisa-bisa saja dengan pendekatan lain, tergantung dari tujuannya dan kebutuhan.

(BM) : Kalau begitu batasan / ketentuan apa saja yang harus diperhatikan untuk mempromosikan sebuah produk fesyen?

(SD) : Tidak ada ketentuan dan batasannya. Tetapi ada etikanya, tetap mengikuti norma-norma yang berlaku, SARA, RUUAPP, dan aturan-aturan yang dapat melanggar hukum lainnya harus diperhatikan.

(BM) : oh iya mas, apa sih yang melatarbelakangi sebuah konsep visual dari fesyen, seperti tema yang angkat diangkat?

(SD) : Biasanya fesyen sangat dekat dengan keseharian dan sekitar kita, rata2 isu yang akan diangkat yah isu yang sedang menjadi perbincangan banyak orang. misalnya saat ini orang membicarakan GLOBAL WARMING. Akhirnya Fashion First mengangkat tema Greener Nation.

(BM) : Pendekataan seperti apa yah mas yang paling pas untuk fesyen. Apakah deskriptif, persuasif, atau imaginatif?

(SD) : Menurut saya yang paling pas itu yang imaginatif menuju kearah deskriptif. Biarkan orang berpikir dan dapat mempersepsikannya sesuai dengan imaginasinya, tetapi tetap mengandung unsur persuasif sehingga konsumennya tahu informasinya juga..

(BM) : Kalau untuk musim fesyen di Indonesia gimana mas?

(SD) : Memang di luar ada empat musim, semester 1 (spring/summer) semester 2 (fall/winter) sedang di Indonesia hanya ada 2 musim saja. Tetapi untuk fesyen tetap mengacu kepada musim internasional. Kan judulnya nanti hanya koleksi spring/summer atau fall/winter saja, tetapi pengaplikasiannya akan berbeda. Mungkin kalau jaket musim dinginnya akan dibuat dengan bahan yang lebih tipis daripada di luar negeri, dsb. Dan biasanya kalau memasuki fall/winter suhu ruangan akan dibuat lebih dingin, sehingga orang akan terpancing untuk membeli koleksi fall/winter tersebut. Dalam fesyen indera di libatkan, tidak hanya penglihatan, tetapi rasa, pendengaran juga mempengaruhi. Semua yang ada di etalase toko semuanya diperhatikan.

(BM) : Menurut mas Dean, bagaimana perkembangan industri fesyen di Indonesia?

(SD) : Sudah sangat pesat, salah satu pendukungnya sudah banyak sekali media cetak yang terbit.

(BM) : apakah hanya dipengaruhi oleh media cetak saja mas..?

(SD) : tidak juga, selain media cetak (majalah, koran), internet dan pertelevisian juga sangat mendukung perkembangan fesyen di Indonesia. akan tetapi, pertelevisian sangat jarang memuat adanya iklan fesyen lebih banyak memuat berita (politik, ekonomi, sosial, dsb). dan sifatnya terlalu massal.

(BM) : Apa yang membedakan industri fesyen dalam negeri dan luar negeri?

(SD) : Industrinya sama, hanya kualitasnya saja yang berbeda. Daya tahan produknya lebih tahan lama. Produk luar biasanya melalui tahap riset terlebih dahulu, sebelum mengeluarkan sebuah produk. Kalau di Indonesia hanya melalui feeling saja, meraba-raba. Masyarakat Indonesia pada umumnya mau lebih diakui, sehingga mereka selalu mengacu kepada produk2 luar yang sudah punya brand.

(BM) : Menurut mas Dean, sebagai seorang yang memiliki background DKV. Apa saja yang perlu diperhatikan untuk logo produk fashion?saya sering kali melihat logo diterapkan dalam logotype bukan logogram, menagapa?

(SD) : Logo pada produk fashion harus mudah diingat, simple, dan bisa menjadi emblem strata social tertentu. harus jelas nama dari si produknya tersebut apa, karena nantinya akan mempengaruhi image si pemakai produk fesyen tersebut. Misal ”ZARA” orang dengan mudah mengenal dan mudah mengingatnya dan kalau memakai ZARA yah konsumen nantinya akan percaya diri.

(BM) : Apakah tagline dibutuhkan untuk sebuah brand fashion?

(SD) : Tergantung, untuk yang High End Brand tagline tidak terlalu dibutuhkan, karena segmennya juga sudah memiliki product knowledge. Untuk yang menengah dibutuhkan tagline untuk membantu penegasan ke point yang dituju, dan menjelaskan produk yang dijual seperti apa.

(BM) : pertanyaan terakhir saya mas..

Menurut mas dean strategi fashion branding yang efektif dan efisien seperti apa?

(SD) : semua strategi mungkin sama bagusnya, tetapi yang perlu diperhatikan intensitasnya. Seberapa sering mengiklankan. Jangan sesekali saja...


(BM) : terima kasih banyak mas untuk waktunya mas dean..

(SD) : Sama-sama bram, sukses yah tugas akhirnya...

Senin, 22 Desember 2008



..this cake for hers magz.

thanks for gadis and wina.

my itunes playlist..