Selasa, 27 April 2010

3 idiots



all is well..

begitulah kata-kata yang saya ingat setelah menonton film 3 idiots.

film yang sangat diluar dugaan saya. Film yang saya pikir typical film india yang hanya menceritakan drama sedih percintaan si kaya dan si miskin dengan latar puluhan orang yang akan menyanyi dan menari di balik pohon sambil diterpa hujan deras. Bahkan saya sempat berpikir film ini hanya akan mempertontonkan kelakuan 3 orang yg bertingkah 'idiots' dan berusaha mengocok perut dan memaksa saya untuk menggelitik sense of humor saya..

Ternyata Film ini diluar expectasi saya, mengajarkan banyak pandangan yang berbeda mengenai persahabatan, pendidikan, keberanian, kasih sayang dan passion..

Diawali dari persahabatan mereka bertiga yang terjalin semasa di perkuliahan, Rancho (Aamir Khan) dan kedua sahabatnya Farhan (R Madhavan) dan Raju (Sharman Joshi) yang menuntut ilmu per-mesinan di Univ yang tersohor dan ternyata tidak semua orang melakukan sesuatunya berdasarkan apa yang diinginkan, hingga mereka berhasil menemukan jati diri untuk mencapai dan menemukan mimpi mereka.

Anehnya saya sempat sangat tertawa disaat mata saya masih basah..ini mungkin yg dinamakan tangisan kebahagian.. oh well, Film dengan durasi 3 jam 20 menit ini berhasil mengaduk emosi saya. Sayapun terdiam dan sangat menikmati alurnya, malah sayapun terlarut ke dalam cerita untuk beberapa scene.

Saya yakin, hampir semua penonton disana tidak kecewa setelah mengeluarkan 35ribu atau 50ribu utk 1 ticket masuknya. Buktinya semua penonton sangat rela menahan untuk tidak ke toilet.

Alur film yang maju mundur pun bisa menjadi mudah untuk saya nikmati.

sampai pada akhirnya saya menyadari inti film ini adalah :

find your passion and life with it...and all is weelll... (BRAM)

Sabtu, 24 April 2010

sebuah kisah klasik

seketika saya teringat dengan sebuah lirik lagu yang pernah dibawakan oleh salah satu band lokal ternama yang berasal dari yogyakarta "Sheila On 7"

entah apa yang membuat liric lagu ini mampu menghipnotis saya untuk terdiam sesaat dan memutar dan membuka kembali memori-memori yang pernah saya lewati dan tertumpuk tebal di dalam kepala saya..

"Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua

Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti...

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian"

kurang lebih begitulah lirik yang dibawakannya..

seperti sebuah proses hidup yang terus berjalan menuju satu titik, yang tidak bisa kita hindari dan kita akan merindukan satu masa yang mungkin atau tidak sama sekali terulang..
masa-masa yang dilewati bersama teman dan para sahabat, masa-masa yang indah yang membuat saya tentu tidak akan lupa.masa-masa yang dibilang sebagai "sebuah kisah klasik untuk masa depan"

tapi tentu saya bukanlah mesin waktu yang sewaktu-waktu bisa membalikan dan memutar kembali..saya hanyalah penikmat waktu, saya sangat menikmati waktu-waktu yang saya lewati bersama mereka.

mungkin itulah alasan kenapa saya terhipnotis dengan lagu tersebut..
saya terhipnotis dengan sebuah kisah klasik bersama mereka (baca;sahabat)..







Senin, 19 April 2010

Janda Janda Kosmopolitan


Janda Janda Kosmopolitan
Andrei Aksana
Penerbit : Gramedia


Menikah Instan, instant pula bercerai…

Rossa, Janda di usia muda dengan satu orang anak perempuan memiliki sahabat Inge dan Dilla yang hidup dalam hingar bingar gemerlap kota Metropolitan. Mereka sama-sama menutupi pahitnya kehidupan dibalik kemewahan, gaun, tas dan sepatu bermerek juga polesan make up mahal.

Masalah datang dan pergi, dicintai dan diacuhkan, dirindukan dan diremehkan. Hari-hari begitu sepi dan malam dingin dilewatkannya begitu saja tanpa kehangatan lelaki yang dicintainya..

Kehidupan Rossa terbantu dengan keberadaan sosok Nunung, Pembantu modern yang trendi dan sexy juga janda. Persamaan nasib yang membuat mereka menjadi akrab, saling bertukar cerita dan saling memahami. Bagaimana Rossa melewati hari-harinya bersama Nunung, dalam perbedaan status yang mereka miliki?

Sampai pada akhirnya Rossa dihadapkan pada pilihan pasangan hidup, apakah seorang pengusaha kaya raya yang menghadiahinya cincin Bvlgari atau lelaki muda, yang juga pacar keponakannya sendiri yang berhasil memikat hatinya dengan seikat mawar?

Bagaimana mereka menghadapi situasi kehidupan dengan menyandang predikat janda?apakah mereka tetap bahagia atas kesendirian dan kesenangannya atau malah mereka merasa diremehkan dan diolok-olok?...

However for any heavy problems, two legs are good but four legs are better…(BRAM)

Rabu, 14 April 2010

WAAT


WAAT "we are always together"
www.waatstudio.com

adalah sebuah project mimpi saya...

love and some verses




Love Is The Reason To Live Together
.My Priority - 1st edition Standard Chartered Magz.

foto by : Bona Soetirto
Stylist : Iriel Parmato
Ass. Stylist : Rama Bimantoro & Bram Martian
make up : Diana Ross
model : Kemala Putri, Guilherme
lokasi : house of made ayu, jl. Pepaya no 62, Cilandak, Ragunan